BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Saturday, October 23, 2010

relative molecular mass

video

relative formula mass

video

molar mass

video

Thursday, October 21, 2010

average atomic mass

video

mole

video

Wednesday, October 20, 2010

simulasi

Menggunakan simulasi berkomputer dalam proses pembelajaran mempunyai beberapa
kepentingan, kepentingan utama adalah memastikan pelajar aktif dalam eksplorasi dan
belajar sesuatu yang mana pendekatan yang digunakan berkaitan dengan teori pembelajaran
moden. Pembelajaran simulasi berkomputer lebih kepada pembelajaran menerusi
pengalaman yang memerlukan sokongan dari pengajar atau sistem bagi memastikan
simulasi yang digunakan adalah efektif.

Simulasi berkomputer mempunyai nilai yang sangat besar dan memberikan pelbagai faedah kepada para pelajar. Simulasi berkomputer membolehkan pelajar meningkatkan serta melakukan banyak aktiviti yang mana jika dilakukan pada dunia nyata akan meningkatkan kos sertamungkin membahayakan pelajar. Simulasi berkomputer juga dapat menghasilkan tindakbalas yang betul serta teratur yang mana lebih fleksibel dan jimat jika dibandingkan dengan mengupah seorang guru bagi setiap pelajar. Ianya juga telah terbukti sebagai satu cara pembelajaran yang efektif, yang mana membolehkan pelajar lebih inovatif dan kreatif.

Apabila simulasi berkomputer digunakan semasa sesi pengajaran dan pembelajaran di sekolah, para pelajar akan lebih berminat untuk belajar dan berminat untuk mengetahui dengan lebih mendalam mengenai topik yang diajar oleh guru. Kami juga turut diberikan tugasan mengenai simulasi iaitu simulasi yang digunakan di dalam eksperimen

camstudio

CAMSTUDIO merupakan satu lagi benda baru yang diajar kepada pelajar-pelajar TKU3023 dan pada pelajaran kali ini para pelajar diperkenalkan dengan penggunaanCamStudio. Camstudio boleh digunakan untuk merakam audio dan skrin. Ianya memberikan pelbagai manfaat kepada para pelajar dan guru. Ianya boleh digunakan untuk membuat demonstrasi kepada para pelajar mengenai sesuatu formula yang sukar difahami oleh para pelajar. Camstudio juga boleh digunakan untuk memberi penerangan dan tutorial kepada para pelajar mengenai penggunaan sesuatu website dan sebagainya. Pengajaran tersebut akan berjalan dengan lebih lancar kerana para pelajar dapat melihat sendiri dimana perlu klik dan sebagainya. PenggunaanCamstudio juga amat mudah dan senang dipelajari..

Apa itu E-Portfolio?


E-Portfolio adalah satu sistem yang memantau dan menyimpan segala maklumat dan informasi yang berguna. Pada kebiasaanya pelajar hanya mebuat folio biasa iaitu dengan hanya menggunakan fail dan segala maklumat dan informasi yang berguna disimpan di dalam fail. Jadi dengan menggunakan E-Portfolio ianya lebih mudah dan kebarangkalian maklumat yang disimpan untuk hilang adalah rendah berbanding dengan folio yang biasa. Segala informasi mengenai pelajaran dan pelbagai lagi maklumat yang boleh dikongsi boleh diletakkan di dalam E-Portfolio. Segalanya berada dihujung jari kita dan bergantung kepada diri kita sendiri untuk memanfaatkan penggunaan E-Portfolio. Jadi, kami pelajar ICT dalm kimia juga ditugaskan untuk membuat E-Portfolio sendiri dan meletakkan pelbagai informasi dalam kimia dan pelajaran yang diterima semasa kelas di dalam E-Portfolio masing-masing.

Jabir Ibn Hayyan, bapak kimia modern

Seorang tokoh besar yang dikenal sebagai "the father of modern chemistry". 
Jabir Ibn Hayyan (keturunan Arab, walaupun sebagian orang menyebutnya keturunan Persia), merupakan seorang muslim yang ahli dibidang kimia, farmasi, fisika, filosofi dan astronomi. 

Jabir Ibn Hayyan (yang hidup di abad ke-7) telah mampu mengubah persepsi tentang berbagai kejadian alam yang pada saat itu dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat diprediksi, menjadi suatu ilmu sains yang dapat dimengerti dan dipelajari oleh manusia. 

Penemuan-penemuannya di bidang kimia telah menjadi landasan dasar untuk berkembangnya ilmu kimia dan tehnik kimia modern saat ini. 

Jabir Ibn Hayyan-lah yang menemukan asam klorida, asam nitrat, asam sitrat, asam asetat, tehnik distilasi dan tehnik kristalisasi. Dia juga yang menemukan larutan aqua regia (dengan menggabungkan asam klorida dan asam nitrat) untuk melarutkan emas. 

Jabir Ibn Hayyan mampu mengaplikasikan pengetahuannya di bidang kimia kedalam proses pembuatan besi dan logam lainnya, serta pencegahan karat. Dia jugalah yang pertama mengaplikasikan penggunaan mangan dioksida pada pembuatan gelas kaca. 

Jabir Ibn Hayyan juga pertama kali mencatat tentang pemanasan wine akan menimbulkan gas yang mudah terbakar. Hal inilah yang kemudian memberikan jalan bagi Al-Razi untuk menemukan etanol. 

Jika kita mengetahui kelompok metal dan non-metal dalam penggolongan kelompok senyawa, maka lihatlah apa yang pertamakali dilakukan oleh Jabir. Dia mengajukan tiga kelompok senyawa berikut: 
1) "Spirits" yang menguap ketika dipanaskan, seperti camphor, arsen dan amonium klorida. 
2) "Metals" seperti emas, perak, timbal, tembaga dan besi; dan 
3) "Stones" yang dapat dikonversi menjadi bentuk serbuk. 

Salah satu pernyataannya yang paling terkenal adalah: "The first essential in chemistry, is that you should perform practical work and conduct experiments, for he who performs not practical work nor makes experiments will never attain the least degree of mastery." 

Pada abad pertengahan, penelitian-penelitian Jabir tentang Alchemy diterjemahkan kedalam bahasa Latin, dan menjadi textbook standar untuk para ahli kimia eropa. Beberapa diantaranya adalah Kitab al-Kimya (diterjemahkan oleh Robert of Chester - 1144) dan Kitab al-Sab'een (diterjemahkan oleh Gerard of Cremona - 1187). Beberapa tulisa Jabir juga diterjemahkan oleh Marcelin Berthelot kedalam beberapa buku berjudul: Book of the Kingdom, Book of the Balances dan Book of Eastern Mercury. Beberapa istilah tehnik yang ditemukan dan digunakan oleh Jabir juga telah menjadi bagian dari kosakata ilmiah di dunia internasional, seperti istilah "Alkali", dsb. 

Cita-citaku....


Semenjak dari kecil lagi saya sememangnya bercita-cita untuk bergelar seorang pendidik. Setelah saya ditawarkan menyambung pelajaran di Universiti Pendidikan Sultan Idris, cita-cita saya untuk bergelar pendidik semakin hampir. Jadi, dengan harapan saya akan beroleh kejayaan yang cemerlang sepanjang berada di sini. Namun kejayaan tidak akan datang melayang kepada saya. Oleh itu, saya perlu berusaha untuk memastikan saya beroleh kejayaan yang cemerlang. Seterusnya, apabila   tamat belajar dan akan bergraduan pada tahun 2013, harapan saya agar akan menjadi seorang  guru yang penuh berdedikasi dalam membimbing anak-anak negara…..insyaALLAH…~~~<@

simulasi

 

Chemical Bonding

by Anthony Carpi, Ph.D.

Though the periodic table has only 118 or so elements, there are obviously more substances in nature than 118 pure elements. This is because atoms can react with one another to form new substances called compounds (see our Chemical Reactions module). Formed when two or more atoms chemically bond together, the resulting compound is unique both chemically and physically from its parent atoms.
Let's look at an example.  The element sodium is a silver-colored metal that reacts so violently with water that flames are produced when sodium gets wet.  The element chlorine is a greenish-colored gas that is so poisonous that it was used as a weapon in World War I.  When chemically bonded together, these two dangerous substances form the compound sodium chloride, a compound so safe that we eat it every day - common table salt!


table salt formula

In 1916, the American chemist Gilbert Newton Lewis proposed that chemical bonds are formed between atoms because electrons from the atoms interact with each other. Lewis had observed that many elements are most stable when they contain eight electrons in their valence shell. He suggested that atoms with fewer than eight valence electrons bond together to share electrons and complete their valence shells.


While some of Lewis' predictions have since been proven incorrect (he suggested that electrons occupy cube-shaped orbital’s), his work established the basis of what is known today about chemical bonding. We now know that there are two main types of chemical bonding; ionic bonding and covalent bonding.

Ionic bonding

In ionic bonding, electrons are completely transferred from one atom to another. In the process of either losing or gaining negatively charged electrons, the reacting atoms form ions. The oppositely charged ions are attracted to each other by electrostatic forces, which are the basis of the ionic bond.
For example, during the reaction of sodium with chlorine:
sodium (on the left)      loses its one valence electron tSodium&Chlorine-transfero    chlorine (on the right),

arrow-down

resulting in

SodiumChlorineIonsa positively charged sodium ion(left) and a negatively charged chlorine ion (right).
Concept simulation - Reenacts the reaction of sodium with chlorine.
(Flash required)

Notice that when sodium loses its one valence electron it gets smaller in size, while chlorine grows larger when it gains an additional valence electron. This is typical of the relative sizes of ions to atoms. Positive ions tend to be smaller than their parent atoms while negative ions tend to be larger than their parent. After the reaction takes place, the charged Na+ and Cl- ions are held together by electrostatic forces, thus forming an ionic bond. Ionic compounds share many features in common:
  • Ionic bonds form between metals and nonmetals.
  • In naming simple ionic compounds, the metal is always first, the nonmetal second (e.g., sodium chloride).
  • Ionic compounds dissolve easily in water and other polar solvents.
  • In solution, ionic compounds easily conduct electricity.
  • Ionic compounds tend to form crystalline solids with high melting temperatures.
This last feature, the fact that ionic compounds are solids, results from the intermolecular forces (forces between molecules) in ionic solids. If we consider a solid crystal of sodium chloride, the solid is made up of many positively charged sodium ions (pictured below as small gray spheres) and an equal number of negatively charged chlorine ions (green spheres). Due to the interaction of the charged ions, the sodium and chlorine ions are arranged in an alternating fashion as demonstrated in the schematic. Each sodium ion is attracted equally to all of its neighboring chlorine ions, and likewise for the chlorine to sodium attraction. The concept of a single molecule does not apply to ionic crystals because the solid exists as one continuous system. Ionic solids form crystals with high melting points because of the strong forces between neighboring ions.
NaCl-crystal
Cl-1
Na+1
Cl-1
Na+1
Cl-1
Na+1
Cl-1
Na+1
Cl-1
Na+1
Cl-1
Na+1
Cl-1
Na+1
Cl-1
Na+1
Cl-1
Na+1
Cl-1
Na+1
Sodium Chloride Crystal
NaCl Crystal Schematic

Covalent bonding


The second major type of atomic bonding occurs when atoms share electrons. As opposed to ionic bonding in which a complete transfer of electrons occurs, covalent bonding occurs when two (or more) elements share electrons. Covalent bonding occurs because the atoms in the compound have a similar tendency for electrons (generally to gain electrons). This most commonly occurs when two nonmetals bond together. Because both of the nonmetals will want to gain electrons, the elements involved will share electrons in an effort to fill their valence shells. A good example of a covalent bond is that which occurs between two hydrogen atoms. Atoms of hydrogen (H) have one valence electron in their firstelectron shell. Since the capacity of this shell is two electrons, each hydrogen atom will "want" to pick up a second electron. In an effort to pick up a second electron, hydrogen atoms will react with nearby hydrogen (H) atoms to form the compound H2. Because the hydrogen compound is a combination of equally matched atoms, the atoms will share each other's single electron, forming one covalent bond. In this way, both atoms share the stability of a full valence shell.
Concept simulation - Recreates covalent bonding between hydrogen atoms.
(Flash required)

Unlike ionic compounds, covalent molecules exist as true molecules. Because electrons are shared in covalent molecules, no full ionic charges are formed.  Thus covalent molecules are not  strongly attracted to one another.  As a result, covalent molecules move about freely and tend to exist as liquids or gases at room temperature.  
Multiple Bonds: For every pair of electrons shared between two atoms, a single covalent bond is formed.  Some atoms can share multiple pairs of electrons, forming multiple covalent bonds.  For example, oxygen (which has six valence electrons) needs two electrons to complete its valence shell.  When two oxygen atoms form the compound O2, they share two pairs of electrons, forming two covalent bonds.  
Lewis Dot Structures: Lewis dot structures are shorthand to represent the valence electrons of an atom. The structures are written as the element symbol surrounded by dots that represent the valence electrons. The Lewis structures for the elements in the first two periods of the periodic table are shown below.
lewis_H
Lewis Dot Structures
lewis_He
lewis_Li
lewis_Be
lewis_B
lewis_C
lewis structure-nitrogen
lewis_O
lewis_F
lewis_Ne

Lewis structures can also be used to show bonding between atoms. The bonding electrons are placed between the atoms and can be represented by a pair of dots or a dash (each dash represents one pair of electrons, or one bond). Lewis structures for H2 and O2 are shown below.

H2
H:H
or
H-H
O2
lewis structure - oxygen3 lewis structure - oxygen3
lewis structure - oxygen2

Polar and nonpolar covalent bonding

There are, in fact, two subtypes of covalent bonds. The H2 molecule is a good example of the first type of covalent bond, the nonpolar bond. Because both atoms in the H2 molecule have an equal attraction (or affinity) for electrons, the bonding electrons are equally shared by the two atoms, and a nonpolar covalent bond is formed. Whenever two atoms of the same element bond together, a nonpolar bond is formed.
A polar bond is formed when electrons are unequally shared between twoatoms. Polar covalent bonding occurs because one atom has a stronger affinity for electrons than the other (yet not enough to pull the electrons away completely and form an ion). In a polar covalent bond, the bonding electrons will spend a greater amount of time around the atom that has the stronger affinity for electrons. A good example of a polar covalent bond is the hydrogen-oxygen bond in the water molecule.
water molecule - 3D - H2O: a water molecule
H2O: a water molecule
Water molecules contain two hydrogen atoms (pictured in red) bonded to one oxygen atom (blue). Oxygen, with six valence electrons, needs two additional electrons to complete its valence shell. Each hydrogen contains one electron. Thus oxygen shares the electrons from two hydrogen atoms to complete its own valence shell, and in return shares two of its own electrons with each hydrogen, completing the H valence shells.
The primary difference between the H-O bond in water and the H-H bond is the degree of electron sharing. The large oxygen atom has a stronger affinity for electrons than the small hydrogen atoms. Because oxygen has a stronger pull on the bonding electrons, it preoccupies their time, and this leads to unequal sharing and the formation of a polar covalent bond.  

The dipole

Because the valence electrons in the water molecule spend more time around the oxygen atom than the hydrogen atoms, the oxygen end of the molecule develops a partial negative charge (because of the negative charge on the electrons). For the same reason, the hydrogen end of the molecule develops a partial positive charge. Ions are not formed; however, the molecule develops a partial electrical charge across it called a dipole. The water dipole is represented by the arrow in the pop-up animation (above) in which the head of the arrow points toward the electron dense (negative) end of the dipole and the cross resides near the electron poor (positive) end of the molecule.
ionic bonding
Covalent bond

Polar covalent bond
The link of this videos:
The advantages using animation in the classroom:
1)      The students are more enjoy during in the class.
2)      The students are more easy to understand and remember information has greatly increased since the advent of powerful graphics-oriented computers
3)      The students know how to differentiate between the ionic and covalent bond.
4)      This animation can attract the student’s interest.



Question

1.      What are the properties of Ionic Compounds or Ionic Properties

2.      What are the properties of Covalent Bonding?

3.      What types of Covalent Bond



Answer
1. The properties of ionic compounds are:
·         Melting and Boiling points are high
·         Solubility:  dissolve in polar solvents
·         Electrical Conductivity
·         Rates of reactions have very high reaction rates
·         Isomerism: due to non-directional nature of the polar bonds present in these compounds 


2. Properties of covalent bond
·         Low melting point and boiling point.
·         Poor conductor of electricity even in molten form.
·         Less soluble in water and more soluble in non aqueous solvents.
·         Low molecular masses.


3. Types of covalent bond

·         Single covalent bond
·         Double covalent bond
·         Triple covalent bond